“Hidup adalah pilihan, sekalipun itu sangat menyulitkan. Bertahan? atau Melepaskan?” *** Sudah hampir larut malam tapi Gibran masih belum menampakkan batang hidungnya juga. Raut wajah cemas kini terpancar jelas di wajah Zihan. Tak seperti biasanya sang suami pulang larut malam seperti ini. Sudah puluhan kali telepon serta pesan yang Zihan kirimkan namun tetap saja dia tak menerima respons ataupun balasan. Tak berselang lama suara pintu dibuka dari luar dengan sigap Zihan bangkit dari duduknya untuk menyambut kepulangan sang suami. “Mas kok baru pulang jam segini?” tanyanya. “Apa hanya kamu yang boleh pulang larut malam?” sindirnya yang berhasil menohok perasaan Zihan. Deg! Dunianya serasa runtuh seketika saat kata-kata pedas itu keluar dari mulut seseorang yang sangat dicintainya.

