44. Jalan Pikiran Turangga

1025 Words

Saat sedang berjalan melewati halaman rumah Sembagi melihat Ratna sedang berdiri sambil mondar mandir di teras depan seperti sedang menunggu kedatangan seseorang. Sembagi berusaha menenangkan pikirannya agar emosinya tidak dikacaukan oleh Ratna yang selalu bisa memancing amarahnya. Dia sedang lelah dan benar-benar sedang tidak ingin ribut dengan siapapun malam ini. “Malam, Mbak Ratna,” sapa Sembagi ramah ketika menginjakkan kaki di teras rumah. “Akhirnya kamu pulang juga, Gi. Kamu diantar siapa? CEO perusahaan yang punya saham paling besar di perusahaan peninggalan ayahmu, bukan?” tebak Ratna tanpa basa basi. “Astaga, kayaknya rumah ini nggak perlu dipasang kamera CCTV lagi karena sudah ada kamera CCTV buatan Tuhan,” sindir Sembagi. Ratna sama sekali tidak tersinggung pada ucapan S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD