“Dasar cewek nggak tahu diri. Berani-beraninya dia datang ke rumah laki-laki beristri. Nggak tahu malu banget,” gerutu Sembagi sambil memasuki kamarnya. Sebenarnya Sembagi bukan kesal karena kecewa telah dikhianati oleh Turangga. Dia justru merasa kesal yang pada umumnya saja. Bentuk kekesalan seorang wanita melihat seorang laki-laki yang berselingkuh dan mendapati perempuan lain memasuki rumah laki-laki dengan tanpa rasa malu. Sebatas itu saja, tidak lebih. Sembagi sendiri juga merasa heran. Kenapa tidak ada sedikitpun rasa cemburu apalagi marah pada Turangga. Dia hanya merasa muak pada tingkah buruk laki-laki itu. Bukankah harusnya sekarang dia menangis meraung-raung setelah mengetahui perselingkuhan sang suami? Sambil mengomel Sembagi melepas aksesoris yang masih melekat di tubuhnya

