Li Yun, mengenakan jubah brokat biru tua, berdiri dengan anggun di aula berkabung. Para remaja putri telah lama memperhatikannya dan menebak-nebak identitasnya di dalam hati mereka. Mereka tidak mengira bahwa pria tampan di hadapan mereka adalah Yang Mulia Kaisar. Bagaimana kaisar bisa bersama Liufei? Apalagi Kaisar datang ke Aula berkabung demi Liufei? “Wanita biasa ini memberi hormat kepada kaisar. Hidup kaisar!” Su Yin pernah melihat kaisar sebelumnya, tetapi dia tidak percaya kaisar akan kembali bersama putrinya. Tadinya dia berpikir telah mengenali orang yang salah dan menjadi orang pertama yang bereaksi. Yang lainnya buru-buru berlutut. Li Yun mengangguk pelan, "Bangkitlah." Qi Yin mendongak kaget dan segera wajahnya memucat seputih kertas. Dia telah memberitahu semua orang ba

