“Nyebelin banget tahu, gak sih Ma! Pengen rasanya gue acak-acak muka cantiknya yang terus-terusan cari muka sama bokap nyokap gue. Bahkan, nih, ya! Kemarin dia tiba-tiba bawa baju, segala macam buat gue sama bokap nyokap. Apaan banget deh! Ngeselin tahu gak sih!” Maha terkekeh pelan, dia meletakkan lap meja di tempat semula kemudian menghampiri Reina yang tak henti-hentinya menggerutu mengenai Renata sejak kedatangannya kesini. Maha duduk di kursi dihadapan Reina, “Boleh, gak kalau gue maki Lo sekarang?” tanya Maha, dia menaikkan sebelah alisnya. Reina yang mendengarnya, mengerutkan kening bingung. “Maki, gue? Kenapa?” tanya Reina tak mengerti. “Ya abisnya! Sejak awal gue udah peringatin Lo untuk gak terlalu dekat sama dia. Tapi, apa? Lo dengan percaya dirinya bilang kalau Lo yakin

