Reina membulatkan matanya melihat dua wanita paruh baya dihadapannya yang kini tengah tersenyum lebar menatapnya sambil menyeret dua buah koper berukuran sedang di masing-masing tangan. Mama dan Bunda ada disini sekarang, di depannya. “Mama, bunda, kok bisa ada disini?” tanya Reina tak percaya, saat membuka pintu rumah yang justru ditemuinya adalah mereka. Shara dan Ambar saling tatap, saling melempar senyumnya. Mereka pun menarik koper masing-masing, berjalan masuk begitu saja melewati Reina yang masih kebingungan dengan kedatangan mereka. “Bumi pintar banget, ya cari rumah. Minimalis, tapi kesan mewahnya gak hilang, gak berlebihan juga.” puji Ambar, dia mengendarkan atensinya menelusuri rumah yang disediakan menantunya untuk putrinya, untuk tempat tinggal mereka. “Bumi kan begitu,

