Rakabumi menghela napas kasar, dia meletakkan dengan kasar berkas ditangannya. Ditinggal Reina beberapa hari membuatnya jadi tak berselera melakukan apapun, dia juga jadi tak semangat. Perginya Reina, bersamaan dengan jiwanya yang dibawa pergi perempuan itu. “Raka...” Pintu terbuka menampilkan Shara, bundanya yang datang dengan senyuman meksipun detik kemudian terkejut melihat betapa kacaunya keadaan putranya itu. “Kamu okay kan, Rak?” tanya Shara cemas, baru kali ini dia melihat versi buruk dari putranya. Bahkan, ini jauh lebih buruk dari saat putranya ini tak juga mendapat restu atas hubungannya dengan Renata dulu. Rakabumi terkejut mendapati keberadaan bundanya, dia beranjak dan menghampiri sang bunda. “Bunda kesini? Kok gak ngabarin aku?” tanya Rakabumi, dia sudah berdiri berhada

