Bab 72

1362 Words

Mbok menunduk, kedua tangannya saling menggenggam erat di depan perut. Sorot matanya bergetar, tapi ia berusaha tetap tenang, karena, menghadapi Niko jelas tidak akan pernah mudah. “Mbok…” suara Niko rendah, penuh tekanan. “Saya tanya sekali lagi, di mana Lara?” Keringat dingin mulai muncul di pelipis Mbok. Napasnya terasa sesak, seolah setiap detik tatapan Niko menambah berat di dadanya. “T-tuan… mungkin Nyonya Lara keluar sebentar. Mbok… Mbok kurang tahu,” jawab Mbok terbata. Niko melangkah mendekat, menatap tajam wajah Mbok hingga benar-benar pucat. “Kurang tahu? Mbok tadi bilang tadi dia di kamar. Sekarang mbok bilang tidak tahu?” Mbok terdiam. Tangannya tergenggam gemetar, hatinya gamang antara menjaga rahasia Lara dan menghadapi amarah Niko. Ia benar-benar terjepit. “Kalau sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD