Bab 123

896 Words

Kamar di paviliun itu terasa terlalu rapi, terlalu bersih, seolah memang tidak pernah benar-benar dihuni oleh siapa pun sebelumnya, apalagi oleh dirinya; tidak ada jejak, tidak ada kenangan, tidak ada sisa kehidupan yang bisa ia pegang sebagai sesuatu yang pernah ia miliki, hanya ruang sunyi yang disiapkan untuk dirinya yang jelas dianggap bukan siapa-siapa. Dari jendela, taman kecil di belakang mansion tampak asri dengan lampu-lampu redup yang berpendar hangat, namun ketenangan itu justru terasa seperti jarak yang sengaja diciptakan, memisahkannya dari rumah utama yang kini penuh cahaya, suara, dan tawa. Kamar yang dulu ia tempati bersama Niko telah sepenuhnya menjadi milik Marinka. Sudah sangat berbeda, semua barangnya telah dikeluarkan, tidak ada jejak yang tersisa yang menunjukan ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD