LAST

793 Words

Diva mematikan ponselnya dan menatap perutnya. Apa benar ia hamil? Ia bahkan baru menikah tiga bulan. Apa ini tidak terlalu cepat? Bagaimana reaksi Daniel nanti jika ia benar-benar hamil? “Sayang, kau butuh bantuan?” Suara Maria membuat Diva terlonjak. “Ah! Tidak, Maria. Aku hanya akan membuat sup untuk Danny. Ia terkena flu perut.” Diva meraih sepotong wortel dan mulai mengupasnya. “Flu perut?” Maria dengan sigap membantunya. Diva tidak menolak lagi karena ia tahu dirinya akan lebih banyak melamun daripada memasak. “Apa yang di makan anak bandel itu kemarin? Bukannya kau membawa bekal seperti biasanya?” “Dia...dia pergi makan siang dengan kakakku.” Maria menatapnya dengan lembut dan perlahan meraih tangannya. “Ada apa? Ada sesuatu yang merisaukanmu, Nak?” Maria lebih dari sekedar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD