“Kau mau ke mana?” Dave menatap Diva penuh selidik saat gadis itu membereskan meja kerjanya pukul dua siang. Diva menyeringai tanpa rasa bersalah pada kakaknya itu. “Pulang. Aku ada kencan sore ini, Kak. Aku harus ke salon sekarang.” Dave mengerutkan keningnya. Tampak tak suka dengan jawaban itu tetapi tidak punya kekuatan untuk menghalanginya. Ia malah duduk di kursi tamu di hadapan meja kerja Diva dan mengamatinya yang sedang bersiap-siap untuk pulang. Merasa diperhatikan, Diva menghentikan kegiatannya dan menatap kakaknya. “Ada apa, Kak?” Dave mengangkat bahunya. “Kau nampak berbeda.” “Berbeda? Maksud Kakak?” Lagi-lagi Dave hanya mengangkat bahunya. Tampak bingung mencari kata yang tepat untuk diucapkannya. “Apa kau bahagia dengan Daniel?” Tanyanya kemudian. Kali ini Diva benar-b

