“Diva!” Diva menoleh mendengar panggilan itu dan mencoba sekuat tenaga untuk tidak memutar bola matanya. Kelvin berlari menghampirinya dengan senyum lebar. Senyum yang dulu mampu membuat Diva bahagia. “Kau di sini?” Diva bertanya dengan suara datar. Kelvin kembali tersenyum dan mengangguk. “Aku menunggumu.” What the hell are going on here? Pria ini sudah sekian lama menghilang dari hidupnya dan sekarang tiba-tiba muncul di hadapannya dengan tanpa dosa. Diva pikir ia tidak akan bertemu Kelvin lagi setelah sore satu bulan lalu itu. “Sebenarnya apa keperluanmu di sini?” Suaranya benar-benar jauh dari ramah, Diva sadar itu. Namun sungguh, pria ini tidak mungkin bekerja di kantornya. Jika Kelvin bekerja di sini, seharusnya Diva tahu. Kelvin tetap tersenyum mendengar nada suara Diva yang t

