*Happy Reading* Setelah mengambil waktu beberapa saat untuk mengumpulkan energinya. Seraya menahan rasa sakit yang makin menjalar dari robekan di perutnya, Arletta pun bangkit. Mulai memindai tempat dan orang-orang yang kembali mengepungnya. Jumlahnya lebih sedikit dari tadi. Juga, tanpa senjata tajam di tangan. Entahlah sejak kapan mereka semua menanggalkan semuanya. Atau mungkin, mereka malah sedang menyembunyikan senjata yang tadi dibawa. "Let, apa yang terjadi?" Suara Elkava tiba-tiba terdengar dari head free di telinganya. Kemana saja pria ini? Kenapa baru muncul sekarang? Saat nyawanya sudah terancam seperti ini? Kesal, Arletta pun memilih mengacuhkan Elkava dan menghadapi kembali kawanan pria bersetelan kerja lengkap dihadapannya. "Siapa kalian? Apa mau kalian?" tanya Arletta

