*Happy Reading* "Laki lo kenapa?" "Apanya?" tanya Arletta bingung, pada pertanyaan Elkava yang tiba-tiba, saat baru saja masuk mobil. "Itu, wajahnya tumben cerah banget. Padahal mau ditinggal. Biasanya kan ... pasti ngerajuk lebay kek anak kecil." Ah, itu ternyata. "Mana gue tahu. Kenapa gak lo tanya sendiri tadi sama orangnya?" Arletta beralaskan. Padahal aslinya, hati mendengkus kesal. Terang saja wajah si kang photo cerah, bersinar menyilaukan kek lampu rumah baru ganti. Dia sudah berhasil mendapatkan apa yang dia mau. Ugh, mengingatnya membuat Arletta kembali kesal. Meski tadi hanya ciuman, itu pun hanya nempel bentaran doang. Tetap saja, Arletta gak ikhlas. Kenapa coba cuma bentar--eh, maksudnya kenapa dia bisa dia kena modus si kang photo. Dasar pria licik! "Lah, lo kan tad

