Pantang menyerah

1411 Words

*Happy Reading* Dua hari kemudian. "Mas Arkan?" Siang itu, kening Arletta langsung mengernyit samar. Saat baru saja keluar gang untuk bekerja, sudah melihat sosok Arkana yang sedang bersandar santai di sebelah mobil mewahnya. Sedang apa pria itu? Tadinya, Arletta tak mau menghiraukan pria itu, dan hendak pergi saja secepatnya dari sana. Akan tetapi, baru saja hendak membelok langkahnya. Pria itu sudah melihatnya, dan melambai dengan riang pada Arletta. Jangan bilang kalau pria itu memang sedang menunggu Arletta? Walaupun begitu, gadis itu tak serta merta membalas lambaian tangan Arkana. Bahkan tak berniat mendekat sedikit pun ke arah pria, yang hari ini memakai kaos hitam berlengan panjang dan celana jeans biru pudar. Membuat penampilannya makin bersinar di tengah lalu lalang orang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD