Jangan... Kumohon jangan membawanya! Teriakkan yang terdengar teramat lirih, tetes demi setetes air mata mulai mengalir dari wajah cantik itu yang kini mata serta hidungnya memerah akibat tangisannya. Kedua dengkulnya terluka akibat gesekkan aspal yang kasar. Kejamnya tidak ada seorang pun yang membantunya, mereka menatapnya seakan keadaan itu adalah hal yang wajar untuk di lihat. "Hikss.. tolong siapa pun kembalikan anak-anak Ku." tangisnya masih terduduk di atas aspal kasar itu. Semua mata menatap sinis dirinya, pakaian kucel yang tidak cocok di pakai wanita itu dengan melihat paras cantiknya sungguh tidak layak untuk di akui sebagai ibu dari dua calon tuan dan nona muda keluarga Hadyanandira. "Dasar keterlaluan!" "Akulah yang melahirkan mereka, aku juga yang membesarkan m

