Sejak Airra libur selama satu hari entah kenapa seluruh pandangan berubah terhadapnya, seakan akan dari balik ke baikkan semua orang kepada Airra ada sesosok orang yang membuat alur plotnya. Suara kericuhan terdengar dari aula depan hotel, entah siapa yang membuat kericuhan itu namun, Airra nampak tidak peduli. Ia lebih fokus membersihkan setiap meja dan membawa piring serta gelas dari meja sehabis di gunakan oleh para penghuni hotel. "Katanya gaji ku di naiki, pulang bawa apa ya untuk si kembar?" batin girang Airra atas kenaikkan gajinya itu, karena ia tak perlu lagi mengirit biaya kebutuhan. Sangking sibuknya Airra mengelap meja, ia tak memperhatikan siapa yang datang dan saat ini sedang berdiri di belakangnya. Sosok yang memukau sempurna, tubuh yang tinggi sekitar 176 cm berbeda se

