Keheningan seketika melanda ruangan yang saat ini hanya berada Airra dan Rikki saja, keringat terus saja keluar dari wajah tampan yang di miliki Rikki. Sementara Airra masih kekeh meminta Rikki untuk berkata jujur walau Airra sekarang mengetahui akibat dari kegelisahan Rikki. Rikki membalikkan tubuhnya dati Airra dan mengarah ke depan, raut wajahnya terlihat sangat khawatir dan gelisah. "Maaf, jadi kau sudah tahu ya ... kau berhak setelah ini untuk marah kepada ku," balas Rikki merasa bersalah. Perlahan Airra menjulurkan tangannya di saat Rikki memilih untuk memejamkan matanya, entah kenapa pria sebesar dan sekuat serta otot dimana mana seperti Rikki memejamkan matanya karena takut akan sosok Airra yang terlihat lemah. Rikki terkejut ketika Airra malah membantu mengelap keringat Rikki

