Bab 47 Author PoV Madina menatap cemas ketika Alka baru saja masuk ke dalam balik pintu kaca toko pakaiannya. Wajah suaminya yang penuh memar dan ujung bibirnya yang sedikit sobek membuat hatinya khawatir luar biasa. “Mas, kamu ke-kenapa?” tanyanya sambil mengusap sudut bibir Alka yang memar dan ada bekas darah. “Ada sedikit insiden, Dek. Minta bantu kompres pakai air hangat saja, ya,” ujar Alka sambil meringis. “Iy—iya, Mas. Biar aku tutup toko dulu, ya,” ujar Madina. Lalu tanpa menunggu persetujuan Alka, wanita itu menutup rolling door. Keduanya bergegas meniti anak tangga menuju lantai dua. Alka segera membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan kaus oblong dan celana selutut. Sementara itu, Madina menyiapkan air hangat untuk mengompres luka memar pada wajah suaminya. “Dek, in

