"Aku senang mengetahui Athaya adalah putraku, setidaknya, aku bisa mewujudkan dua keinginan Naura dan juga keinginanku sendiri," ucap Abimanyu menatap serius. "Kenginan yang mana?" tanya Alina pura-pura bodoh. "Keinginan untuk menjadikan kau istriku," jawab Abimanyu jujur. Alina ingin bersembunyi agar rona merah di wajahnya tidak terihat oleh Abimanyu. Karena sebenarnya, momen ini tidak harusnya terjadi, di saat Athaya terbaring lemah, semua harus terbongkar. "Aku jujur menginginkanmu, entah Athaya anakku atau bukan, Alina. Aku sudah menyiapkan segalanya, karena kedua orang tuaku hanya memberimu waktu tiga hari bukan?" Alina mengangguk membenarkan ucapan Abimanyu. Sedangkan duda tampan itu meneruskan ucapannya. "Nyatanya, semua seolah dirancang oleh semesta, aku mendapatkan hasil tes

