Satu-Persatu

1607 Words

Dua orang itu duduk menunggu di dalam kafe dengan menyereput minuman dingin yang telah mereka pesan. Keduanya sama-sama mengatupkan bibir rapat, enggan mengobrol sampai minuman mereka sampai batas es batu. Suara deritan pintu kaca di depan sana membuat keduanya kompak menoleh dan langsung melambai pada sosok yang baru masuk ke kafe itu. "Katanya hari ini kamu ketemu sama Pak Andreas buat minta ijin balik lagi ke Fianhira. Benar?" Belum sepenuhnya Annita mendaratkan bokongnya pada kursi, Megan sudah menyerangnya dengan pertanyaan. "Benar, makanya aku ngajak kalian berdua ketemuan." Balas Annita tersenyum samar, Megan dan Enzo di depannya hanya saling pandang dengan raut kebingungan. "Jangan bilang kamu mau minta maaf karena gak bisa ngehandle restoran yang Pak Andreas janjikan?" Tebak M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD