Andreas melangkah masuk ke dalam rumah dengan perlahan melepas kancing lengan kemeja. Jasnya sebelum turun dari mobil sudah ia tanggalkan, kini menggantung rapi di lengan kiri. Pria yang sudah tidak muda lagi itu mengedarkan pandangan ke seisi rumah yang nampak sepi dari biasanya. Ia melanjutkan langkahnya dan terhenti saat salah satu asisten rumah tangga menyambutnya sopan. Berlari kecil dari arah dapur seperti terburu-buru. "Bapak sudah pulang?" Andreas mengangguk saja dengan berbelok ke arah tangga rumah. "Mau saya siapkan makan malam atau kopi saja?" Tanya wanita itu yang mungkin seumuran dengan Diana anaknya. "Tidak usah, saya sudah makan." Tolaknya tersenyum ramah lalu berjalan menaiki undakan tangga dengan muka kelelahan. Saat berada di lantai dua, Andreas tersenyum masam mengin

