Bab 6

945 Words

Bab 6 Sekitar pukul empat sore Jessy mengajak sang putra makan di sebuah restoran mewah. Ada hal penting yang harus dibicarakan menyangkut Aurora. Sampai di tempat tujuan, mereka memesan ruangan khusus supaya obrolan tidak didengar oleh siapa pun. "Apa masih tentang kehamilan?" tanya Antonio. Sang ibu mengangguk. "Tentu saja. Ibu ingin kamu tegas." Antonio mendesah berat. "Tegas yang bagaimana? Haruskah aku menceraikan Aurora?" "Jika itu perlu." "Apa maksud ibu?" Jessy berdecak lantas memajukan kursi yang ia duduki hingga d**a bawah menempel pada bibir meja. "Kamu harus memiliki keturunan untuk mewariskan 80% aset keluarga." Antonio tersenyum miring. "Aku tahu, tapi ayah tidak mempermasalahkannya untuk saat ini kan? Dan lagi, kalau semua warisan tidak untukku, mau buat siapa? Si b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD