Bab 15 Entah apa yang dirasakan Aurora saat ini. Tubuhnya terasa panas dan perih seperti ada pedang yang tengah menyayat seluruh tubuhnya. Aurora kesal, kecewa, marah semua bercampur menghantamnya tiada hati. Ia hanya ingin meluapkan amarah mengapa takdir membuatnya menjadi wanita tidak sempurna. Dunia seolah-olah tidak menginginkan Aurora bahagia. Benarkah begitu? Di luar sana, di atas ranjang yang penuh kehangatan, mereka tengah memadu kasih tanpa Aurora ketahui. Sungguh ini sebuah pengkhianatan, tapi Aurora bisa apa? Dia bahkan tidak tahu kalau selama ini sang suami sudah mendua. "Kenapa hatiku mendadak sakit?" ucap Aurora serasa mengusap dadanya. Ia menjauh dari cermin usai puas menatap wajahnya yang begitu menyedihkan. Meski sembab dan membuat mata bengkak, Aurora tidak peduli. I

