"Tisha ...." Zack sengaja menyebut nama Tisha agar Papa Tisha berhenti bicara. Tisha kembali membiasakan ekpresi wajahnya. Dia akan berpura-pura tak mendengar apa pun. Papanya pun menoleh setelah mendengar Zack menyebut namanya. "Bisa kita berangkat sekarang?" ajak Tisha pada Zack, yang dibalas dengan anggukan pria itu. Tisha berjalan lebih dulu. Bahkan, ia tak mengatakan apa pun pada Papanya untuk berpamitan. Tisha merasa Papanya terlalu jauh ikut campur dalam urusan pribadinya dengan Arga. Keheningan tercipta sepanjang perjalanan menuju kantor polisi. Tisha enggan membuka percakapan dengan Zack. Ia merasa Zack dan Papanya merencanakan sesuatu untuk Arga. "Kenapa diam saja." Zack memecah keheningan. "Tidak apa-apa," jawab Tisha singkat dan terdengar dingin. Mendapati sikap dingin

