Dering ponselku memekik menandakan ada panggilan masuk. Rupanya Tisha menghubungiku, mungkin sudah selesai terapi nya. Aku sendiri tidak tau terapi apa yang dilakukan Tisha. Tapi apapun itu aku juga tidak peduli. "Hallo," kataku setelah menggeser icon warna hijau di layar ponselku. "Hallo, Mas dimana? Aku udah selesai, aku udah di parkiran. Mau masuk mobil tapi dikunci," sahut Tisha di ujung telepon. Entah kenapa mendengar suara Tisha yang manja seperti itu membuatku muak. Padahal dulu aku sangat suka saat dia manja seperti itu. "Kamu tunggu sebentar, aku segera kesitu." Aku matikan ponselku dan bergegas menuju area parkir. Segera ku buka pintu mobil saat sampai di parkiran. Tisha pun segera masuk dengan wajah cemberutnya. Aku pun menyusul masuk setelah itu. "Kenapa cemberut?" tanyak

