Lama tak berkumpul, membuat acara temu kangen kami terasa menyenangkan. Kami saling bertukar cerita bahkan sesekali tertawa saat salah satu dari kami ada yang bercanda. Ternyata tak banyak yang berubah dari para sahabatku itu. Dan yang pasti mereka tak lupa bertanya, kapan aku menikah? Pertanyaan yang sangat enggan aku jawab. "Jadi kapan nih?" Nurma menaikan sebelah alisnya. "Kapan? Apanya?" tanyaku pura-pura tak mengerti. "Ya undangan pernikahan lah." Nurma menjawab kesal. Aku terkekeh melihat tingkahnya. "Iya, Sel, kita mau kok bridesmaidnya," seru Siska sambil cekikikan. Aku tertawa mendengar ucapan Siska. Aku membayangkan bagaimana lucunya mereka seandainya jadi bridesmaid ku. Ada-ada saja temanku yang satu itu. "Kamu itu ada-ada saja, Sis," ucapku disela-sela tawaku. "Yey, ema

