Hasna melenggang pergi meninggalkan rumah Arga dengan rona bahagia terpancar dari wajahnya. Namun, ketika ia hendak membuka pintu mobilnya, sebuah tangan menghalanginya. Seketika itu pula seyum cerah itu hilang. "Oh ... jadi kau tinggal di sini? Pantas saja kau betah." Seorang pria tersenyum licik. Hasna menatap nyalang pada pria tersebut. "Dan lihat ini! Wow ...! Kau juga punya mobil ...." sambung pria itu lagi. Tak lupa ia juga memberikan tepuk tangan meriah untuk Hasna. "Mau apa kau menemuiku?" Hasna berucap sarkas. Ia juga memalingkan wajahnya dari pria tersebut. "Hahaha ... gadis pintar!" Pria itu tertawa sambil mengusap kepala Hasna. "Rupanya kau cukup pengertian padaku." Hasna memutar bola matanya jengah mendengar basa-basi pria di depannya tersebut. "Cepat katakan, apa yang

