Akhirnya Ketahuan

852 Words
Mereka telah sampai di rumah sakit, dengan terburu-buru Sean dan Tae menghampiri Seano yang kini sedang terduduk di depan ruamg UGD. Seano juga telah menghubungi mom dad dan mereka akan segera ke London untuk melihat keadaan anak nya. "Bang ... gimana? Gimana keadaan Ily?" Seano hanya menggelengkan kepalanya perlahan, kemudian ia melihat ke arah sebelah kanannya dimana ada Kean, Daisy dan para sahabat mereka. Seano melihat bagaimana sikap Daisy pada Kean. Kemudian Seano menatap ke arah Sean yang dibalas dengan anggukan kepala. Pintu ruangan terbuka, dokter yang memeriksa keluar dengan raut wajah lega nya "Bagaimana keadaan Ily dok ??" "Dia baik-baik saja, sebelumnya apa yang dia makan?" "Tadi Ily sarapan roti isi." Jawab Tae, Sean dan Seano langsung menatap Tae dengan tatapan tajam. "Isi apa ??" "Selai kacang dan stroberi." "Astaga!" " Sial! " "Ke – ken kenap-a?" Ucap Tae yang ikut panik karena ia yakin ini salahnya. "Pasien mengalami alergi." "Iya dok, adik saya alergi kacang." "Saya harap kalian bisa memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi oleh adik kalian." "Iya dok, jadi bagaimana dengan adik saya?" "Pasien baik-baik saja, karena cepat mendapat perawatan." "Syukurlah ...." Ily pun diindahkan ke ruang VVIP di rumah sakit ini. Tae merasa menganggap pun selalu menggenggam sebelah tangan Ily sepanjang jalan sambil meminta maaf. "Udah Tae, masih untung Ily baik-baik aja." "Sorry Sean , Seano, gue bener-bener gak tau kalau Queen alergi kacang." Ucap Tae dengan wajah sedihnya.  "It's okey Tae. .. yang terpenting sekarang Ily baik-baik aja." "Ya Tae. .. lo tenang aja." "Tapi... Ily...." "Udah.. mungkin dia lagi istirahat." Kean?? Hatinya terasa diremas melihat bagaimana Tae memperlakukan Ily. Ia tak terima saat Ily diperlakukan spesial oleh laki-laki lain selain keluarga dan dirinya. Daisy melihat ketiga lelaki yang kini menatap sendu wajah Ily. Twins Azfary dan sahabatnya, mereka orang yang memiliki kekuasaan tinggi. Kean?? Entahlah... Gue harus dapatkan salah satu Azfary. - Batin Daisy 〰〰〰〰〰 "Manis banget ya, Willy." Ucap Dino yang berbisik pada Miko. "Hm... tapi yang gue fikir dari tadi, siapa mereka bertiga? Dan bukannya Kean kakak nya?? Kok ga ada rasa khawatir sedikitpun?" "Iya juga ya? Tadi kita denger juga kalo Sean yang satunya lagi ngomong dia kakak nya." "Jadi yang benar yang mana sih?" "Entah lah, yang penting Willy baik-baik aja, gue pengen liat senyumnya lagi." "Sama gue juga!" Tae mengelus punggung tangan Ily seraya mengucapkan maaf nya berkali-kali, ia merasa sangat bersalah. "Queen... Aku minta maaf, aku gak tau kalo Queen alergi kacang." "Queen... bangun dong... Queen mau maafin aku??" "Queen..." "Udah Tae, lebih baik lo istirahat dulu sana, orang tua gue udah sampai di bandara." "Hm... " Tae berbalik dan mendapati ke empat orang yang sedari tadi menatap nya. "Apa?"  "Ehh?? Eng- enggak kok." Ucap Miko dan Dino gelagapan karena ketahuan melihat kearahnya. Tae duduk di sofa single yang telah di sediakan. Dimana Sean?? Ia menjemput kedua orang tuanya. 〰〰〰〰〰 "Ilyyy... sayanggg..." sang mommy datang dengan tangis yang membanjiri pipi nya, ia sangat ketakutan akan keadaan bungsu Azfary. "Gimana keadaanya bang??" "Ily baik-baik aja Mom, untung abang langsung bawa Ily ke RS, karena kalo telat, entah apa yang terjadi." Sang daddy mendekat ke arah Ily kemudian mengecup kening Ily lama. "Cepat sembuh Sweetie, kami ada disini." "Sayang... bangun... Ily gak kangen sama mom??" Hikss hiks.. tangisan itu keluar lagi dari mata sang mommy. Tidak ada orang tua yang tak sedih melihat anaknya sakit seperti ini "Mom, istirahat dulu." Ucap Sean dan menuntun Sang Mommy ke sofa. Daisy melihat perlakuan Sean pada keluarga nya yang begitu perhatian. Itu point plus bagi Sean dan membuat Daisy semakin tertarik. "Loh... nak Kean??" "Hallo, Mom." "Hai?" sang mommy melihat ke arah rangkulan tangan wanita disebelah Kean. "Ini?" Tanya Mommy pada Kean. "Hallo tante, saya pacar Kean, anak tante." "Anak saya?" Daisy hanya mengangguk, salah paham kan lu Daiiiii..... "Maaf, tapi anak saya twins dan Putri saya yang sedang sakit. Bukannya Kean pacarnya Ily ya??" Tanya mommy namun matanya menatap tajam ke arah Kean. "Itu ... em.. itu... " Kean tak bisa menjawab. "Kamu selingkuhi Ily??" Tanya mommy dengan berkaca-kaca, sedangkan Miko dan Dino sudah shock dengan mulut menganga tak percaya. Cewek sebaik, seimut, dan secantik Ily malah di selingkuhi? "Udah Mom, sekarang kita utamakan kesehatan Ily okey??" "Tapi Ily?? Bagaimana kalo dia tau Kak..??" Kemudian Sean mendekatkan wajahnya dengan sang mommy dan berbisik pelan. "Ia ... kakak tau Mom, kakak sama abang gak akan tinggal diam, mom tenang aja okey?" Sean mengecup kening sang mommy memberikan ketenangan untuknya. Aku baper dengan perlakuan Sean huhu - author "Kalau begitu, sebaiknya kalian pulang saja!" usir sang Dad yang sudah muak melihat perselingkuhan pacar anak bungsu nya. Akhirnya Kean Daisy Miko dan juga Dino pulang ke rumah mereka. Diluar, Kean dihujani berbagai perkataan yang membuatnya sakit. "Gila lo... cewek baik-baik disakitin." Ucap Miko berapi-api. "Mana udah sampai ML sama cewek lain." Kali ini Dino yang ikut berbicara. "Lo tau Dai?" Dibalas anggukan kepala santai oleh Daisy. "Ck.. kalian emang pantes disatuin, sama-sama gak punya hati!" "Sebelumnya lo mikir ga sih Ke? Kalo pacar lo bakal sakit hati??" "Gila... percuma tampang ganteng kalo gak setia, Tai!!!" "Cabut Mik, gue gak mau sobatan sama orang kayak gini, gue takutnya pas gue punya pacar malah di tikung. Najis!!" Akhirnya Miko dan Dino pun meninggalkan Daisy dan juga Kean. "Hon..." "Sebaiknya kamu pulang ke rumah kamu, Dai." "Loh .. kok..." perkataan Daisy dengan cepat di potong oleh Kean. "Pulang ya, gue anter!" "Gue??" Cicit Daisy mendengar kata kata Kean. Gue gak boleh lepas Kean sebelum dapati  Sean. 〰〰〰〰〰
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD