BAB 17

1722 Words

Udara dini hari di rumah sakit itu terasa ganjil. Sunyi, tapi bukan sunyi yang menenangkan — lebih seperti kesunyian yang memerangkap napas. Lampu-lampu di koridor berkedip lemah, menimbulkan bayangan panjang di dinding putih yang seharusnya steril, tapi kini tampak seperti labirin berbahaya. Aruna berdiri di depan wastafel ruang operasi, menatap bayangan dirinya di cermin. Seragam operasi yang ia kenakan sudah penuh noda darah, sebagian milik pasien yang gagal diselamatkan malam itu, sebagian lagi… mungkin milik Raka. Tangannya masih bergetar. Setiap kali ia mengedip, yang terbayang hanyalah wajah pria misterius di meja operasi tadi — dan kalung logam kecil yang menempel di dadanya. Kalung dengan lambang yang sama seperti di laporan rahasia yang pernah ia lihat diam-diam. Sungai Mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD