BAB 27 bagian 2

1072 Words

Pesan itu masih tergenggam di tangan Aruna. “Jangan percaya siapa pun.” Hanya empat kata, tapi efeknya mengguncang seluruh pikirannya. Tulisan itu… bukan tulisan orang asing. Ia kenal setiap lekuk hurufnya — tulisan tangan Raka. Tapi kenapa harus ditulis sembunyi-sembunyi? Kenapa tidak langsung ia katakan? Aruna menatap pintu tenda yang baru saja ditutup Raka tadi. Suara langkahnya sudah menghilang di kejauhan. Dada Aruna sesak. Antara curiga dan takut, antara ingin marah dan ingin percaya. Ia menggenggam kertas itu lebih erat, lalu menyelipkannya ke saku baju pasien. “Raka... sebenarnya kamu nyembunyiin apa dariku?” gumamnya lirih. --- Malam turun lebih cepat di pos lapangan. Cahaya lampu gantung temaram memantul di genangan air sisa hujan, menciptakan bayangan panjang di tanah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD