“Kamu tidak terluka sayang?” Tanya Edmund saat mereka sudah berada di kamar. Aphrodite berbaring dengan nyaman. Badanya terasa begitu lelah setelah berjalan cukup jauh. “Tidak Ed. Aku hanya lelah. Nona Scarllet bahkan tidak menyentuhku sedikitpun. Dia hanya menakut-nakutiku.” Jawab Aphrodite. “Jangan sebut nama Scarllet lagi. Aku sedang sangat marah padanya. Bisa-bisanya dia merencanakan hal jahat padamu.” Kata Edmund dengan wajah menggelap. Dia benar-benar marah pada Scarllet. Sangat marah. “Dia bilang... Kalian saling mencintai.. Dan karena kedatanganku, sekarang kalian harus terpisah....” Ucap Aphrodite. Sedari tadi dadanya begitu sesak memendam semua ini. Kata-kata Scarllet benar-benar berpengaruh besar padanya. “Eve.. Sud

