Semua orang berkumpul di kamar Edmund. Mencoba menyadarkannya. Begitu Edmund membuka mata. Dia tidak mengatakan apapun. Tidak menggerutu seperti biasanya. Irven bahkan sangat berharap Edmund mengomelinya karena tadi dia memukul kepalanya. Namun tidak. Edmund hanya diam. Tatapannya memperlihatkan kalau dia begitu hancur. "Nak, ceritakan pada kami bagaimana kejadiannya." Sang Raja, yang baru tiba di istana, langsung dibuat khawatir dengan keadaan putranya. "Ayah..." Edmund memandang Ayahnya sejenak. Namun kembali tenggelam dalam dunianya sendiri. Air mata kembali mendominasi wajah Edmund. Dia belum pernah merasa sehancur ini. "Sayang, cobalah bercerita, agar Kami bisa membantu, apa yang seharusnya Kami lakukan." Ratu Amira berbicara dengan s

