Matahari sudah tinggi meninggalkan bumi. Memamerkan teriknya yang menyengat kulit. Angin hutan yang sejukpun tidak mampu menghalau teriknya yang membakar. Eliza berjalan bersungut sungut diikuti Wiley di belakangnya. "Apa Kamu berniat mengikutiku seharian huh?" Eliza menatap Wiley garang. Dia tak habis pikir kenapa si tukang ikut campur itu terus saja membuntutinya kemanapun dia melangkah. "Memang kenapa? Aku hanya ingin berjaga-jaga agar Aku tidak perlu berkelahi karena ulah tololmu lagi." Wiley tersenyum mengejek mengingat kejadian beberapa tahun lalu. Saat Eliza pertama kali datang ke kerajaan ini. Waktu itu, Eliza menjadi salah satu penyihir terpilih yang akan memperkuat sihir perlindungan di sekitar wilayah istana. Dia yang paling mud

