Bab 85

1225 Words

Bersitegang mereka lewat tatapan di udara. Mata bertemu mata tanpa berkedip, seolah ada kilatan api di tengah keduanya. Tak ada yang mau mengalah. Mereka sama-sama teguh pada pendapatnya masing-masing. Reda yang merasa berada di jalan benar lebih kuat dengan pendiriannya. Memang kenyataannya tak ada barang yang Ta tuduhkan itu berlabel kepemilikan Reda. Bagaimana bisa ia mengakui sesuatu yang tidak ada?! Ta mengerjap, perih matanya. Akhirnya pria itu yang melembutkan sikap. Lagi pula ia juga tak pernah mendapati Reda bermain-main dengan barang-barang mencurigakan selain Memu. Naasnya, Ta adalah orang yang memberikan boneka itu kepada Reda. Siapa yang membuat salah di titik pertama masalah ini? Ta menyalahkan dirinya sendiri. Napas lega Ta embuskan keras. “Untunglah Memu tak punya hati.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD