Bab 76

1364 Words

Reda bangun lebih dulu. Dalam kedipan pertama matanya langsung menemukan Ta yang tertidur di samping. Tak bergerak mengamati irama napas Ta yang teratur dan konstan, Reda terpukau akan tampannya Ta tanpa mata ketiga dan keempatnya. Reda tetap memandangi Ta sekalipun pria itu mulai menggeliat lalu membuka mata. Reda tak bisa membendung senyuman yang terukir oleh rasa geli melihat bulu mata Ta yang mengerjap-ngerjap lucu. “Ahhh!!” seru Ta terperanjat. Reda tertawa bahagia. Ekspresi terkejut Ta benar-benar alami. Ta lantas mengusap tangan ke dadanya. “Kau membuatku terkejut!” “Aku tahu,” sahut Reda santai, masih tersisa senyum tawa di wajahnya. Ta meneguk ludah saja sambil mengusap wajah pula. Jantungnya masih belum baik-baik saja. Di saat Ta lengah, Reda tanpa basa basi meletakka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD