Bab 78

1178 Words

Duduk satu meja makan dengan percakapan panjang lebar dan intensitas waktu berkualitas, sepertinya itu hal lumrah dalam rumah tangga yang akhir-akhir ini menggelitik harapan Ta. Dulu dengan ibu asuhnya Ta serasa makan sendiri karena beliau selalu membawa buku bacaan bahkan ke meja makan. Selama ini Ta baru sadar ia telah menyia-nyiakan hidup, layaknya yang Reda sering cecar kepadanya. Kau hidup untuk apa? Mengapa kau begini? Pertanyaan-pertanyaan itu mendadak muncul di kepala Ta lagi dan lagi, seolah minta dipertimbangkan lebih lanjut. Kini wanita yang sering berkata kasar itu duduk di seberang mejanya. Menyantap makanan sebagaimana halnya Ta. Kembali ingatan Ta berpendar pada hal-hal yang ajaib di telinga sebagai keinginan manusiawi seorang Reda. Wanita gila itu ingin punya anak dan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD