Sepanjang jalan Reda masih berceloteh tentang hidup nyaman yang harusnya Ta nikmati dengan kepingan-kepingan emas di lemarinya. Tampaknya Reda sama sekali belum sadar dengan keberadaan Arthur yang menanti kepulangan mereka. “Mengapa kau belanja sebanyak itu padahal sudah melihat isi lemariku?” tanya Ta heran. “Pastinya kau tahu jika aku membeli makanan tiga kali sehari.” Reda tak repot-repot berbohong. “Aku berniat, selama satu bulan ini kau mau memperhatikanku. Jika memungkinkan, aku bisa tinggal lebih lama, gratis, bersamamu sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Aku harus berhemat. Kau tahu, Gazain belum juga menghubungiku,” ujarnya masam di akhir. Ta tak merespons. Untuk saat ini Reda berkata demikian, Ta ingin tahu apa yang akan diputuskan gadis gila sepertinya jika dihadapkan deng

