Renggang

1122 Words

Reda bangun ketika suara pintu pelan di buka. Entah berapa lama ia tertidur, tapi rasa malasnya menyergap beriringan dengan lemas. Namun, ada sosok mendekat yang memaksanya membuka mata dan mengurungkan rasa ingin berleha-leha. “Turunlah, aku pesan makan siang,” kata Ta jelas dan singkat. “Ta...!” Ta yang hendak berbalik pun urung. “Hm?” Reda punya banyak hal yang ingin dikatakan. Salah satunya permintaan maaf. Hal lain yang juga mengusik pikiran adalah tentang hari-hari berikutnya. Bagaimana jika ia memilih turut Arthur, Ta akan bagaimana? Jika Reda pergi. Ta akan hidup baru atau kembali seperti sebelumnya? “Ada yang ingin kau katakan?” tanya Ta heran. Reda merenggangkan tubuhnya, mirip kucing yang melengkung. “Maukah kau menggendongku? Aku masih lesu. Kakiku mungkin belum mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD