48. Gossip Kantor

1175 Words

Pagi itu, Senna tiba lebih awal dari biasanya. Ia memilih duduk diam di meja kerjanya dengan headset terpasang, padahal tidak ada musik yang benar-benar ia dengarkan. Ia hanya ingin diam… di dunia kecilnya sendiri. Tapi tetap saja, bisik-bisik itu menembus bahkan telinga yang tertutup. “Katanya sih... udah resmi pacaran sama Pak Dhaffi.” “Serius? Gue pikir dia babysitter-nya Kenzie, lho…” “Pantesan... sering ke ruangan Pak Dhaffi ya.” “Orangnya sih dari desa gitu, ya. Bener-bener hoki banget bisa dapet posisi spesial.” Senna menunduk lebih dalam. Bukan karena malu, tapi karena lelah. Hatinya seperti tertusuk pelan-pelan—tidak cukup kuat untuk membuatnya runtuh, tapi cukup tajam untuk membuatnya nyeri sepanjang hari. Saat jam makan siang, pantry kantor yang biasanya ramai terasa lebi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD