Lima Puluh Dua

1056 Words

"Kenapa dia bisa tau kontak w******p gue?" Tanya Ikfan geram. Setelah malam kemarin dimana Ikfan mendapat pesan w******p dari Kanaya—gadis yang dulu pernah ia antar pulang—sebenarnya Ikfan marah bukan main. Ia marah karena sudah ada yang berani memberi kontaknya kepada orang lain tanpa izin darinya. Dan sekarang, ketika berada di kedai coffe milik Andre dan dirinya, bersama dengan teman-teman kampus lainnya, Ikfan mengajak semua untuk bertemu dengannya di kedai tersebut. "Dia siapa sih, Fan?" Tanya Gian bingung. Ia baru datang. Ikfan berdecak. "Ck! Jangan basa-basi deh, kalian semua tau 'kan kalau gue paling gak suka diginiin. Sesuatu yang bersifat pribadi itu harus minta izin!!" Katanya sebari menatap tajam pada semua teman-temannya. Andre melihat Ikfan jengah. "Gue rasa si Kanaya itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD