Tiga Puluh Enam

1556 Words

Di tempat lain, yakni di kamar Alysa, terlihat sang pemilik kamar tersebut tengah duduk di pinggir ranjangnya dengan perasaan gelisah. Bahkan ia sampai meremas kedua telapak tangannya. Alysa merasa gelisah karena ia tidak dapat tahu apa yang saat ini sedang terjadi di ruang tamu. Yang ia yakini hanya satu, sang ayah pasti tengah bertanya beberapa hal kepada Ikfan untuk memastikan apakah lelaki itu adalah orang yang tepat atau tidak untuk dirinya? Tok..tokk..tokkk.. Suara ketukan pintu kamarnya itu membuat Alysa terkejut dan tanpa ba bi bu lagi ia langsung memakai cadarnya kembali—yang sempat ia lepas—lalu berjalan untuk membuka pintu kamarnya. "Ibu," ucap Alysa sedikit gugup yang mendapati Frida tengah berdiri di depan kamarnya bersama Rita. "Ibu sama bundanya Ikfan masuk ya?" tanya Fr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD