Di ruang tamu rumah Bianca duduk seorang pria yang mengenakan celana jeans berwarna biru dan di padukan dengan kaos pollo berwarna hitam. Sesekali dia melihat ke arah pintu penghubung antara ruang tamu dengan ruang keluarga, tapi orang yang di tunggunya masih belum juga muncul. Sesaat setelah melihat ke arah pintu, dia beralih melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya dengan gusar. "Rif, aku kira siapa," kata Dylan yang baru saja masuk ke ruang tamu. Mendengar suara Bosnya, Arif segera menarik napas lega karena artinya dia tidak perlu menunggu lebih lama untuk menyampaikan maksud kedatangannya. "Maaf jika saya mengganggu waktu Anda, Pak. Kedatangan saya ke mari untuk meminta cuti selama beberapa hari karena ada keperluan keluarga." Kata-mata Arif yang baru saja di lo

