Tiga Puluh Empat

1107 Words

Dylan duduk di kursi yang ada di balkon kamar Bianca. Wajahnya tertunduk lesu dan napasnya sedikit memburu karena kelelahan. Air muka yang tadi terlihat tegang kini mulai berubah menjadi sedikit tenang meski ada rona kesedihan di wajahnya. "Ada apa dengan Bia?" tanya Ibu Hanggono tidak sabaran. Wisnu yang baru pertama kalinya bertemu dengan Ibu Hanggono hanya terdiam sambil sekilas menatapnya. Dia seolah sedang menilai karakter perempuan paruh baya itu dan mengaitkannya dengan keadaan Bianca yang menurutnya benar-benar di luar perkiraannya. "Ada apa dengan Bia, kenapa kalian hanya diam saja?" tanya Ibu Hanggono dengan suara yang cukup tinggi. Mendengar nada suara Ibu Hanggo yang tinggi seketika Dylan beranjak dari duduknya dan sedikit membanting kursi hingga menimbulkan suar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD