Dylan mengacak rambutnya frustasi, kata-kata Wisnu masih saja berputar di dalam otaknya hingga menimbulkan satu kesakitan di jiwa dan raganya. Mata yang biasanya terlihat berbinar dan cemerlang kini berubah menjadi layu. Tidak ada lagi semangat di dalam diri Dylan untuk menjalani hari. "Aaaggghhh... kenapa harus jadi seperti ini?" teriak Dylan sambil mengacak rambutnya sembarang. Kata-kata Wisnu memang telah menusuk jiwanya meski hal itu masih belum dia putuskan apakah Bianca akan tetap di rawat di rumah atau di rumah sakit jiwa. Semua keputusan ada di tangannya karena dirinyalah yang kini bertanggung jawab atas Bianca, bukan kedua orang tuanya meski Ibu Bianca telah meminta Dylan untuk membiarkan dia yang mengambil keputusan tapi Dylan tidak membiarkannya. Mungkin orang akan

