Bianca menggerakkan tubuhnya dengan sangat perlahan, namun dia tiba-tiba menghentikan gerakkannya saat merasakan sebuah tangan yang begitu kekar memeluk tubuhnya dengan sangat posesif. Dengan wajah yang sedikit ketakutan Bianca langsung membuka matanya dan menatap wajah orang yang sedang memeluknya di dalam tidurnya. Wajah tampan seorang pria dengan hidung mancung dan bibir sedikit kehitaman kini tersaji di hadapannya. Tarikan napasnya terlihat begitu teratur dan begitu tenang seolah tidak ada beban di dalam hidupnya. Barisan bulu mata yang tidak terlalu panjang seolah menjadi pelengkap dari ketampanan pria itu. "Dylan...," gumam Bianca dengan sangat perlahan seolah-olah khawatir jika suaminya akan terbangun dari tidurnya yang begitu nyenyak. Mendengar namanya di panggil ole

