Dua Puluh Lima

1028 Words

Dengan sangat hati-hati Dylan memapah Bianca memasuki kamarnya. Bianca memang sudah dapat berjalan sendiri, namun Dylan memaksanya untuk menerima bantuan dari dia. Dylan melakukan itu bukan tanpa alasan, dia hanya ingin menumbuhkan kepercayaan Bianca padanya. Setelah sampai di dalam kamar yang begitu luas dan nyaman serta di desain dengan gaya minimalis, Dylan langsung merebahkan tubuh Bianca di atas tempat tidur yang berseprai polos berwarna Biru. Dengan telaten dia memposisikan Bianca agar dapat beristirahat senyaman mungkin. "Terima kasih," kata Bianca dengan sedikit canggung. Bagaimanapun, bagi Bianca, Dylan adalah orang lain yang bahkan tidak dia kenal sebelumnya. "Istirahatlah, aku dan Mbak Inah akan menjagamu di sini," kata Dylan yang kemudian beranjak menuju kursi ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD