Soto ayam

579 Words

MALAM semakin larut, tapi Shakir tak kunjung pulang. Aku terus melihat ke jam di dinding yang sudah menunjukkan tengah malam. "sudah jam segini kok belum pulang, perasaan aku jadi gak enak ya?" Aku memutuskan duduk menunggu Shakir pulang sambil mengelus perutku yang masih rata. "Dek, bapak kamu kemana ya, jam segini kok belum pulang?" tanyaku pada bayi kecil yang ada di kandunganku. Awalnya aku memang tidak menginginkan bayi Ini, tapi aku sangat begitu luluh saat melihat foto USGnya. Rasanya aku gak sabar nunggu di keluar dari perutku. Pasti lucu menggemaskan, aku gak akan bosan mengajaknya bermain sepanjang hari. Aku harap begitu, apalagi ketika Shakir mau menerima kehadiran bayi ini. Menunggu seperti ini membuatku mulai lapar, entah kenapa aku ingin makan soto ayam. Haduh, ada-a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD