Sebuah Rasa

1364 Words

Shakir pov Pagi ini kami masih tertidur lelap di tempat tidur. Untung saja hari ini hari sabtu jadi kami tidak perlu bersusah payah bangun pagi. Gue bisa merasakan udara pagi yang sejuk, serta sinar matahari yang sudah menembus gorden kamar. Gue mengamati tubuh Ratih yang masih tertidur lelap di samping gue. Ratih. Aneh ya, dia itu cewek yang gue gak suka karena punya keterbatasan fisik. Tapi justru dia yang jadi istri gue. Ini aneh, gue mencoba memegang d**a gue sendiri sambil melihat Ratih yang masih tidur. Gak tau kenapa ada sesuatu yang beda akhir-akhir ini. Rasanya gue jadi pengen terus ngeliat dia, sengaja pulang cepet dari kantor biar bisa ketemu dia. Terus setiap dekat dia rasanya mau jantungan. Pas tau dia juga suka sama Leon sahabat gue, di situ rasanya agak makjl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD