13. Brother is Come Back

1316 Words
Alisya menghampiri Alexcio yang duduk di ruangan tamu. "Alexcio?" Alexcio yang sedang sibuk dengan ponselnya mengalihkan pandangannya menjadi menghadap Alisya. "Kata mommy, ada yang pengen kamu omongin ya?" tanya Alisya. "Iya ada yang ingin aku omongin sama kamu" ucap Alexcio. "Tapi kamu duduk di samping aku dulu sini, masa kamu berdiri terus sih. Kan ini rumah kamu, masa kamu berdiri disitu sih" tunjuk Alexcio pada Alisya yang masih dalam keadaan berdiri. Alisya pun berjalan mendekat ke arah Alexcio dan duduk di sampingnya. "Kamu mau ngomong apa?" tanya Alisya. "Nggak ada, aku cuma kangen sama kamu" ucap Alexcio, dia menebarkan senyumannya. "Aku serius Alisya, aku kangen sama kamu, kangen banget" "Cie cie yang kangen sama aku nih eh" goda Alisya pada Alexcio. "Emang nggak boleh gitu kangen sama pacar sendiri?" "Yah bolehlah" Perlakuan Alexcio selanjutnya membuat Alisya membulatkan matanya. Karena dengan tiba tiba Alexcio memeluknya tidak peduli dengan tempat dimana merkeka sekarang. "I'm very miss you so much, Alisya" ucap Alisya. "Lex, lepasin nanti mommy sama Daddy liat lagi" ucap Alisya merasa was was "Mereka nggak bakal marah kok Saya" bisik Alexcio. "Ah nggak mungkin mereka nggak marah, lepasin Alexcio" jengah Alisya. Alexcio pun melepaskan pelukan mereka berdua. "Kamu kenapa sih nekat meluk aku disini sih Alexcio? Bisa bahaya tau kalo ketahuan" "Kenapa bahaya?" "Ih kamu kok kelihatan tenang tenang aja, emang kamu nggak takut apa kalo kita ketahuan pelukan disini terus kota di suruh jauhan" Alexcio terkekeh mendengar ucapan Alisya. "Orangtua kamu nggak bakal jauhin kita, kamu tenang aja. Karena kita bukan anak remaja Alisya, kita udah dewasa" "Tap__" sssttt "Udah nggak usah di bahas lagi" Alexcio melirik jam di pergelangan tangan kanannya yang menunjukkan pukul 20.30 "Yaudah sekarang kamu istirahat ya, aku pulang dulu" ucap Alexcio. "Hmm" Alisya mengantarkan Alexcio sampai di depan pintu rumahnya. "Kamu hati hati di jalan ya" "Iya" "Aku pulang dulu ya" ucap Alexcio setelah itu dia memasuki mobilnya dan berlalu meninggalkan pekarangan rumah Alisya. *** "Mom, Dad?" ucap Alisya. "Iya ada apa?" tanya Aulia yang sedang mengambilkan makanan untuk Herman suaminya. "Hari ini kakak pulang ke Indonesia kan?" tanya Alisya. "Iya, kakak kamu hari ini pulang ke Indonesia" ucap Herman membuka suara. "Yes akhirnya, aku udah nggak sabar pengen ketemu sama kakak" Udah sekitar 7 tahun aku nggak ketemu sama kakak" "Ceritanya nih kamu kangen sama kakak kamu nih" ucap Aulia. Iyalah mom, emang mommy sama Daddy nggak kangen gitu sama dia?" ucap Alisya. "Kangen dong pastinya" ucap Aulia dan Herman. Alisya mengganggukkan kepalanya. "Yaudah kalo gitu Alisya mau berangkat kuliah dulu ya" pamit Alisya dan segera berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari dalam rumahnya . "Her, kamu nggak kerja?" tanya Aulia. "Nggak" "Loh kenapa? terus kerjaan kamu gimana?" "Pengen aja di rumah bareng kamu, kan jarang gitu kita berdua punya waktu banyak" "Astaga udah tua juga, kekakuannya masih kayak anak remaja aja" "Biarin" "Emang kamu nggak ada meeting gitu sama clien?" "Nggak ada, aku sengaja mengosong jadwal aku hari ini. Karena Darren kan pulang hari ini" "Oh iya ya. Entah udah seperti apa anak itu, 7 tahun bukanlah waktu yang cepat di lalui dia selama di London" ucap Aulia "Kamu tenang aja, dia kan seorang laki laki. Dia bisa menjaga dirinya" ucap Herman. "Kamu sih pake acara sekolahin dia di London" "Ya mau gimana lagi, aku lakuin itu untuk kebaikan Darren. Kamu nggak lupakan sama kenakalan dia waktu di sekolah menengah pertama yang membuat para guru kowalahan sama sikap Darren" Ting...Tong Suara bel berbunyi, Bi Usma segera berjalan menuju ke pintu depan dan membuka kan pintu. "Den Darren" kaget Bi Usma saat melihat wajah pria di depannya ini. "Hai Bi, Lama tidak bertemu" ucap Darren memberikan senyuman kepada Bu Usma. Dia membuka kacamatanya. Bu Usma langsung heboh sendiri. "Tuan, Nyonya. Den Darren udah sampai Nya, Tuan" teriak heboh Bu Usma yang membuat Darren tersenyum simpul. Kelakuan asisten rumah tangga di rumahnya ini tidak pernah berubah ternyata walau sudah tujuh tahun berlalu. Tidak lama kemudian Aulia dan Herman datang. "Hai mom, dad" ucap Darren. Dia langsung menghambur ke pelukan Darren. Dia sangat merindukan anak pertamanya ini. "I miss you so much, Mom" ucap Darren membalas pelukan Aulia. Setelah Aulia melepaskan pelukannya, Darren memeluk ayahnya yang hanya melihatnya tanpa berkata apa apa. "I miss you so much, Dad" ucap Darren. "Thanks for everything, karena Dad Darren bisa berubah" ucap Darren. Herman menepuk nepuk bahu Darren. Setelah itu melepaskan pelukan Darren. padanya. "Maafkan Daddy karena sudah membuat kamu jauh dari keluarga selama 7 tahun. "Nggak papa Dad, Darren tau Daddy melakukan ini itu untuk membuat Darren jadi orang yang lebih baik" "Daddy sangat merindukanmu" "Aku juga" ucap Darren memberikan senyuman pada Herman dan Aulia. Mereka pun masuk kedalam rumah. "Oh Iya, Angelia mana?" tanya Darren, karena karena sedari tadi dia tidak melihat Alisya tidak adiknya. Memang Darren memanggil Alisya dengan sebutan Angelia nama tengah Alisya. "Dia lagi kuliah" "Wah adik kecilku udah besar ternyata" ucap Darren. " Jam berapa Angel pulang mom?" "Kemungkinan Angel pulang jam 5" "Nanti aku jemput Alisya ya" ucap Darren. "Udah kamu tungguin aja. Alisya pulang ke rumah" "Loh kenapa?" "Oke mom bakal ceritain semua tentang adik kamu selama kamu di London kayak gimana" "Emang apa yang terjadi sama Angel?" "Dia nggak papa kok, hanya saja adik kamu itu mempunyai seorang pacar yang possessive dan karena dia begitu possessive sampai sampai Alisya di ikuti oleh 2 bodyguard kemana pun dia pergi selama tidak adanya Alexcio di samping adik kamu" ucap Aulia. "Astaga possessive? Are you serious mom?" " Yes mom seriously" "Tapi aku tetap bakal jemput Angel" ucap Darren tetap kekuh. "Yaudah terserah kamu, tapi kamu harus bicara baik baik dulu sama 2 bodyguardnya Alisya dulu" ucap Aulia. "Iya mom, Darren ngertiin kok" *** Suara riuh memenuhi area parkiran dan itu semua terjadi karena Darren. Kedatangannya di kampus Alisya membuat para mahasiswi berkumpul. Tapi Darrennya hanya diam saja, dia sibuk memandang area sekelilingnya untuk melihat keberadaan Alisya. Sekitar 5 menit berlalu Alisya berjalan ke arah parkiran hanya sendirian tanpa di temani oleh siapa pun. Hal itu sempat membuat Darren heran. Dimana bodyguard yang di katakan oleh ibunya tadi. "Angelia" teriak Darren, dia berjalan menghampiri Alisya yang berhenti dan melihatnya dengan mengerutkan keningnya tanda bingung dengan orang di depannya karena orang di depannya ini bisa mengetahui nama tengahnya. "Siapa ya?" tanya Alisya, yang membuat Darren ingin tertawa rasanya karena Alisya tidak mengenalinya. "Astaga Angel kenapa bisa lupain gue? Apa karena dia nggak pernah liat lagi muka gue selama 7 tahun ini sampe dia lupa ya. Huh ini semua gara gara gue sama dia cuma bisa bertukar pesan doang selama ini dan nggak pernah sekalipun video call-an" batin Darren. "Kamu lupa siapa aku?" tanya Darren berusaha menahan tawanya. Alisya mengganggukkan kepalanya pertanda, iya karena dia memang tidak mengenal orang di depannya ini, walaupun dia sangat merasa jika dia mengenal pria di depannya ini. Darren mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Alisya dan tanpa ragu Alisya menerima uluran tangan Darren. "Perkenalkan aku Darren Angello Dermawan" ucap Darren. "Kak Darren?" tanya Alisya seakan tidak percaya jika di depannya ini adalah Darren kakaknya yang penampilannya sangat rapi. Berbanding terbalik dengan penampilan Darren yang tujuju tahun lalu. Darren tersenyum karena Alisya begitu cepat mengingatnya hanya dengan menyebut nama lengkapnya saja. Apa mungkin karena penampilannya saat ini tidak seperti 7 tahun lalu yang tidak ada kerapian sama sekali. "Long time no see my angel" ucap Darren, dia merentangkan kedua tangannya memberi kode pada Alisya agar segera memeluk dirinya. Dengan senang hati Alisya langsung memeluk kakaknya itu tanpa memperdulikan keadaan sekitar, karena dia sangat merindukan kakaknya ini. Toh Darren adalah kakaknya. Tanpa mereka berdua sadari seseorang didalam mobil di parkiran itu memandang mereka dengan penuh amarah, dengan menggenggam erat stir dari mobilnya itu. Dia adalah Alexcio, dia berkeinginan untuk menjemput Alisya maka dari itu kedua bodyguard yang menjaga Alisya dia pulangkan saat jam kuliah Alisya akan berakhir tapi apa yang di lihat oleh Alexcio sekarang membuat udara di sekitarnya sangat panas. "Apa selama ini Alisya sudah mendapat penggantinya?"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD